Politik Luar Negeri Daulah Khilafah
Banyak orang tidak setuju dengan diterapkannya sistem Islam dalam tatanan negara. padahal politik Luar Negeri daulah Khilafah sangat solutif dengan problematika Ummat khususnya di Indonesia ini. inilah konsep solutif Khilafah dalam kebijakan Luar Negerinya
Khilafah bukan Utofia tapi janji Allah dan Rosulullah
Dalam berbagai forum perdebatan banyak sekali seorang yang mengaku agamanya Islam tidak percaya akan khilafah adalah suatu yang pasti. malah mereka lebih meilih sistem diluar yang telah Allah tentukan untuk kaum muslimin. Apakah benar Khilafah itu hanya mimpi atau janji yang Pencitpta dan manusia termulia???
Generasi Awal NU dan Muhammadiah adalah Pejuang Khilafah
Melihat pergerakan kedua harakah tersebut saat ini tampaknya sangat jauh dengan visi dan misi awal para pendirinya. lalu apa sebenarnya yang mereka perjuangkan dulu dan kenapa sekarang berputar haluan??
Membandingkan Negara Islam dengan Negara Sekuler
Mungkin Muncul dalam benak anda islam itu hanya agama spiritual saja, namun faktanya tidak demkian Islam juga merupakan aturan hidup yang memiliki aturan dan sistem pemerintahan yang sangat sempurna. mungkin anda juga menganggap islam tidak relevan dengan kehidupan sekarang. apa benar? kita lihat tulisan ini untuk membandingkan Islam dengan negara sekuler
Minggu, 24 Juni 2012
Apakah Khilafah Hanya 30 Tahun???
Jumat, 22 Juni 2012
Bisarah Rosulullah SAW dan Bukti-buktinya
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنِي دَاوُدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنِي حَبِيبُ بْنُ سَالِمٍ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ كُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ بَشِيرٌ رَجُلًا يَكُفُّ حَدِيثَهُ فَجَاءَ أَبُو ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيُّ فَقَالَ يَا بَشِيرُ بْنَ سَعْدٍ أَتَحْفَظُ حَدِيثَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْأُمَرَاءِ فَقَالَ حُذَيْفَةُ أَنَا أَحْفَظُ خُطْبَتَهُ فَجَلَسَ أَبُو ثَعْلَبَةَ فَقَالَ حُذَيْفَةُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ
- Nama Lengkap : Sulaiman bin Daud bin Al Jarud
- Kalangan : Tabi’ut Tabi’in kecil (shugra min al-atbaa’)
- Nasab : al-Thayaalisiy.
- Kunyah: Abu Dawud.
- Negeri semasa hidup : Bashrah
- Wafat : 204 H di Bashrah
- Guru-gurunya: Aban bin Yazid, Ibrahim bin Sa’ad bin Ibrahim bin ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Abu Bakar bin ‘Isyasy bin Salim, Ishaq bin Sa’id bin ‘Aman bin Sa’id bin al-’Ash, Israil bin Yunus bin Abi Ishaq, Ismail bin Ja’far bin Abi Katsir, Asy’ats bin Said, Bustham bin Muslim bin Numair, Tsabit bin Yazid, Jarir, bin Hazm bin Zaid, Habib bin Abu Habib Yazid, Harb bin Syaddad, Huraisy bin Salim, Al-Hasan bin Abi Ja’far ‘Ijlaan, al-Hakam bin ‘Athiyyah, Himad bin Salamah bin Dinar, Humaid bin Abi Humaid Mahran, Kharijah bin Mush’ab bin Kharijah, Khalid bin Dinar, Dawud bin Abi al-Farat ‘Amru bin al-Farat, Dawud bin Qais, Rubbah bin ‘Ubadah bin al-’Ilaa`, Zaidah bin Qudamah, Zum’ah bin Shalih, Dawud bin Ibrahim, Zuhair bin Mohammad, dan lain-lain.
- Murid-murid yang meriwayatkan hadits darinya adalah, Ahmad bin Ibrahim bin Katsir, Ahmad bin ‘Abdullah bin ‘Ali bin Suwaid bin Manjuf, Ahmad bin ‘Ubadah bin Musa, Ahmad bin Mohammad bin Hanbal bin Hilal bin Asad, Ishaq bin Manshur bin Bahram, Hujjaj bin Yusuf bin al-Hujjaj, Al-Hasan bin ‘Ali bin Mohammad, Khalifah bin Khiyaath bin Khalifah bin Khiyaath, dan lain sebagainya.
- Komentar ‘Ulama:
ULAMA
|
KOMENTAR
|
Ahmad bin Hambal
|
Tsiqqah Shaduuq (Dia tsiqqah dan terpercaya)
|
Yahya bin Ma’in
|
Shaduuq (orang yang paling terpercaya)
|
Ali al-Madaniy
|
"Aku tidak pernah melihat seorang pun yang paling kuat hafalannya dibandingkan dirinya"
|
Al-’Ajalaniy
|
Tsiqah banyak hafalannya
|
Ibnu Mahdi
|
manusia paling terpercaya (ashdaaq al-naas)
|
Adz Dzahabi
|
Alhafidz
|
Amru bin Fallas
|
"Aku tidak pernah melihat ahli hadits yang lebih hafal dibandingkan dirinya".
|
- Nama Lengkap : Daud bin Ibrahim
- Kalangan : Tabi’in kecil
- Nasab: al-Wasithiy
- Negeri semasa hidup : Bashrah
- Murid beliau adalah Sulaiman bin Dawud al-Thayaalisiy, dan ia berguru kepada Habib bin Salim. Para ahli hadits menyatakan bahwa ia adalah tsiqqah (kepercayaan).
- Nama Lengkap : Habib bin Salim
- Kalangan : Tabi’in kalangan pertengahan
- Nasab: al-Anshoriy.
- Murid : antara lain Ibrahim Bin Muhâjir Bin Jâbir (Abu Ishaq), Bisyr Bin Tsâbit (Abu Muhammad), Basyîr Bin Tsâbit, Ja’far Bin ‘Iyâs, Khalid Bin Mihran, Muhammad Bin Al Muntasyir, dll
- Komentar Ulama:
ULAMA
|
KOMENTAR
|
Abu Hatim Ar Rozy
|
Tsiqah
|
Abu Daud al-Sajastaniy
|
Tsiqah
|
Ibnu Hibban
|
mentsiqqahkannya
|
Al Bukhari
|
Fiihi Nadzor (haditsnya perlu diteliti)
|
- Nama Lengkap : An Nu’man bin Basyir binb Sa’ad
- Kalangan : Shahabat
- Kuniyah : Abu ‘Abdullah
- Negeri semasa hidup : Kufah
- Wafat : 65 h
- Murid : antara lain Azhar bin ‘Abdullah bin Jami’, Habib bin Salim, al-Hasan bin Ali al-Hasan Yasar, al-Husain bin al-Harits, Humaid bin ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Haitsamah bin ‘Abdurrahman bin Abi Sabrah, Rabi’ah bin Yazid, Sammaak bin Harb bin Aus, Al-Dlahhak bin Qais bin Khalid al-Akbar bin Wahab, dan lain-lain
- Nama Lengkap : Hudzaifah bin Al Yaman
- Kalangan : Shahabat
- Kuniyah : Abu ‘Abdullah
- Negeri semasa hidup : Kufah
- Wafat : 36 H
- Murid : antara lain Abul Azhar, Abu ’Aisyah, Abu ’Ubaidah Bin Hudzaifah, Al Aswad Bin Yazid Bin Qais, Jundub Bin Abdillah, dll
قَالَ حَبِيبٌ فَلَمَّا قَامَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَكَانَ يَزِيدُ بْنُ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ فِي صَحَابَتِهِ فَكَتَبْتُ إِلَيْهِ بِهَذَا الْحَدِيثِ أُذَكِّرُهُ إِيَّاهُ فَقُلْتُ لَهُ إِنِّي أَرْجُو أَنْ يَكُونَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ يَعْنِي عُمَرَ بَعْدَ الْمُلْكِ الْعَاضِّ وَالْجَبْرِيَّةِ فَأُدْخِلَ كِتَابِي عَلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَسُرَّ بِهِ وَأَعْجَبَهُ
وَإِذَا تَكَلَّمَ الْمَرْء فِي غَيْر فَنّه أَتَى بِهَذِهِ الْعَجَائِب
- Perkataan Habib bin Salim bukanlah hadits, sehingga tidak menjadi dalil syara’. Anehnya perkataan Nabi SAW yg diriwayatkan Habib bin Salim dia tolak karena menurut dugaannya Habib bin Salim cukup “bermasalah” dan cari muka, namun perkataan pribadi Habib bin Salim dia lontarkan untuk menjustifikasi logika ajaibnya.
- Habib bin Salim dalam perkataannya tidak menyatakan Umar bin Abdul Aziz sebagai khilafah ‘ala minhajin nubuwwah yg dimaksud hadits ini, beliau hanya mengharap, perhatikan kalimat beliau:
إِنِّي أَرْجُو الخ
- Hadits-hadits yang bicara tentang akhir zaman, akan adanya Khalifah al Mahdi sebagai khalifah pengganti dari khalifah sebelumnya yang wafat. Imam as Syaukani (wafat 1250 H) menyatakan bahwa terdapat lima puluh hadits yang terdiri atas hadits shahih, hasan, dan dha’if yang berbicara tentang al Mahdi, salah satu hadits shahih diriwayatkan Ibnu Majah dalam kitab sunan Ibnu Majah bab Khurûju Al Mahdi & Al Hakim dalam Kitâbu Al Fitan wa Al Malâhim, dari Tsauban r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda:
يَقْتَتِلُ عِنْدَ كَنْزِكُمْ ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ ابْنُ خَلِيفَةٍ ثُمَّ لَا يَصِيرُ إِلَى وَاحِدٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَطْلُعُ الرَّايَاتُ السُّودُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ فَيَقْتُلُونَكُمْ قَتْلًا لَمْ يُقْتَلْهُ قَوْمٌ ثُمَّ ذَكَرَ شَيْئًا لَا أَحْفَظُهُ فَقَالَ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِفَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ
- Khilafah, Wajib Ditegakkan Dan Perlu
- Kekhilafahan Hanya 30 Tahun ?
- Generasi Awal Muhammadiyah & NU Ternyata Pendukung Khilafah


02.48
Unknown
.jpg)
